INILAH.COM, Doha - Kebakaran di sebuah tempat penitipan anak di Doha, Qatar, menyebabkan 19 orang tewas. Termasuk diantaranya, balita kembar tiga asal Selandia Baru.
Tujuh anak perempuan, enam anak laki-laki, empat guru dan dua pemadam kebakaran tewas dalam tragedi itu. Diduga kuat, penyebabnya karena menghirup asap beracun.
Salah satu saksi mata, mantan wartawan asal Selandia Baru, Tarek Bazley menyatakan, ia mendengar suara alarm. Namun pelayan toko berkata biasa suara itu hanya alarm yang salah.
Sepuluh kemudian, ia melihat orang berlari dan berteriak agar semua keluar dari mal kelas atas Villaggio di Ibukota Doha.
Bazley kemudian menyadari, orang-orang di tempat penitipan anak takkan bisa keluar karena asap sudah menghalangi pintu.
Bahkan pemadam kebakaran saja menyelamatkan orang dari atap yang terpaksa dijebol. "Mereka juga tak tahu dimana letak penitipan itu, tak ada peta mal," lanjutnya.
Selain kembar tiga, anak-anak lainnya yang juga meninggal berasal dari Spanyol, Prancis, Jepang, Afrika Selatan, dan Filipina. Kemudian tiga guru Filipina dan satu dari Afrika.
Banyak warga Selandia Baru yang tinggal di Qatar, hingga mereka memiliki wilayah komunitasnya sendiri.
29 May, 2012
-
Source: http://web.inilah.com/read/detail/1866000/penitipan-anak-terbakar-19-tewas
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar